Emas Rekor Lagi, Bidik $4.200

Emas memperpanjang reli dan mencetak rekor baru pada sesi Asia, Rabu (15/10), dengan pasar kini mengincar penembusan level psikologis $4.200/oz. Kenaikan didorong kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, pelemahan dolar AS, serta aliran lindung nilai di tengah kecemasan global. Faktor risiko makin tebal: perang Rusia–Ukraina belum mereda, ketegangan dagang AS–Tiongkok kembali memanas, dan penutupan…

Read More

Australia Tahan Suku Bunga, Tapi Ada Peluang untuk Kenaikan Kedepannya

Bank sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah pada hari Selasa (4/7) karena dewan menilai dampak ekonomi dari siklus pengetatan selama lebih dari setahun, sambil juga membuka peluang untuk kenaikan di waktu kedepan. Bank sentral mempertahankan suku bunga sebesar 4,1%, jeda kedua tahun ini, dalam keputusan yang diprediksi oleh 19 dari 32 ekonom…

Read More

Konflik Memanas Emas Jadi Buruan Investor

Harga emas naik pada hari Kamis (19/6), karena konflik Iran-Israel berlanjut selama tujuh hari, meningkatkan permintaan untuk aset safe haven, meskipun sikap hati-hati Federal Reserve AS terhadap pemotongan suku bunga di masa mendatang menahan kenaikan tersebut. Harga emas spot naik 0,2% menjadi $3.374,54 per ons, pada pukul 05.05 GMT. Harga emas berjangka AS turun 0,5%…

Read More

Emas Nggak Laku Saat Damai Dagang?

Emas berhasil memulihkan sebagian kerugiannya setelah anjlok di bawah $4.000 per ons pada hari Senin karena kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-Tiongkok melemahkan permintaan untuk aset haven. Emas batangan sedikit menguat pada hari Selasa(28/10) setelah anjlok 3,2% pada sesi sebelumnya karena negosiator dari Washington dan Beijing mengatakan mereka telah mencapai serangkaian kesepakatan mengenai berbagai isu termasuk…

Read More

Emas Berjangka Naik Beruntun untuk Sesi Ketiga

PT kontak perkasa futures makassar- Emas berjangka naik pada hari Rabu (30/8) untuk sesi ketiga secara beruntun, menetap di level tertinggi sejak awal Agustus. Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan pendekatan berbasis data ketika mengambil keputusan selanjutnya mengenai suku bunga, dan data inflasi dan tenaga kerja akan menjadi “titik data paling relevan yang harus ditelusuri oleh…

Read More