Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa–Rabu pagi, dengan bullion diperdagangkan di kisaran US$4.135 per troy ons. Pelaku pasar menimbang dua sentimen utama: harapan pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai di Ukraina. Data ekonomi AS yang tertunda mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya, setelah penjualan ritel September hanya naik tipis dan kepercayaan konsumen mencatat penurunan terdalam sejak April.
Prospek lingkungan suku bunga lebih rendah juga diperkuat oleh laporan bahwa Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, muncul sebagai kandidat terdepan Ketua The Fed berikutnya dan dinilai sejalan dengan dukungan Presiden Donald Trump terhadap biaya pinjaman yang lebih rendah. Kondisi ini pada dasarnya positif bagi emas, yang biasanya diuntungkan saat suku bunga rendah karena tidak menawarkan imbal hasil bunga.
Namun, potensi kenaikan emas tertahan setelah laporan media menyebut pejabat Ukraina telah menyetujui rencana untuk mengakhiri perang dengan Rusia, yang berpotensi mengurangi permintaan aset safe haven. Pada sekitar pukul 07.41 waktu Singapura, emas naik tipis 0,1% ke US$4.135,08 per ons. Indeks Dolar Bloomberg berakhir turun 0,3% pada sesi sebelumnya, sementara perak dan paladium relatif stagnan dan platinum sedikit menguat.(az) Sumber: Newsmaker.id
Newsmaker Indonesian Trader
